Pengikut

Kesakaan

Senin, 05 Juli 2010

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Saka memiliki beberapa krida, dimana setiap Krida mengkususkan pada sub bidang ilmu tertentu yang dipelajari dalam Satuan karya tersebut. Setiap Krida memiliki SKK untuk TKK Khusus saka yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di sebuah Saka. Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka (PERTISAKA) yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka dan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut perkemahan antar saka (PERAN SAKA) dimana dimungkinkan tiap saka mentranfer bidang keilmuan masing-masing. Bagian terkecil dari saka disebut krida, Satuan Karya Pramuka yang dulu ada 7, pada saat ini satu lagi satuan karya pramuka yang dibentuk adalah satuan karya pramuka Wira Kartika yang merupakan hasil kerja sama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Mabes TNI Angkatan Darat, sehingga satuan karya pramuka pada saat ini ada 8

Saka Dirgantara

wing Bhakti Saka Dirgantara Satuan Karya Pramuka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan atau memiliki landasan udara. Pelatihan Pramuka Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu. Saka Dirgantara meliputi 3 krida, yaitu: Krida Olahraga Dirgantara (ORGIDA) Krida Pengetahuan Dirgantara Krida Jasa Kedirgantaraan Krida Olah Raga Dirgantara mempunyai 5 SKK, yaitu: Terbang Bermotor Terbang Layang Aeromodelling Terjun Payung Layang Gantung Krida Pengetahuan Dirgantara mempunyai 5 SKK, yaitu: Aerodinamika Pengaturan Lalu Lintas Udara (PLLU) Meteorologi Fasilitas Penerbangan Navigasi Udara Krida Jasa Dirgantara mempunyai 4 SKK, yaitu: Teknik Mesin Pesawat Komunikasi Aerial Search And rescue Struktur Pesawat

Saka Bhayangkara

Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional.Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kebhayangkaraan. Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di Indonesia.Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.Dalam pelatihan Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dan terkadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI. Saka Bhayangkara meliputi 4 krida, yaitu : Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas) Krida Lalu Lintas (Lantas) Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) pada krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana terdapat 4 sub krida : Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda) Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak) Subkrida DAMKAR (Pemada Kebakaran) Subkrida SAR (Search And Rescue) Pada saat ini Krida saka bhayangkara yang memiliki sub krida PASKUD hanya di wilayah Jakarta Timur, Tepatnya Ranting Pasar Rebo, Ciracas, dan Cipayung. terlahir beberapa aswasada didalamnya, diantaranya : Riyan Pauzan(Ciracas), Dedi Wahyudi(Pasar Rebo), dan Junaedi (Cipayung).

Saka Bahari

Satuan Karya Pramuka Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan. Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari. Saka Bahari meliputi 4 krida, yaitu : Krida Sumberdaya Bahari Krida Jasa Bahari Krida Wisata Bahari Krida Reksa Bahari

Saka Bhakti Husada
SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA (SAKA BAKTI HUSADA) Satuan Karya Pramuka Bakti Husada disingkat Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dan kemudian dicanangkan oleh Menkes RI pada tanggal 12 November 1985 sebagai Hari Kesehatan Nasional di Magelang. Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah : 1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap. 2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus 3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega 4. Pamong Saka dan Instruktur tetap.
Saka Bakti Husada meliputi 6 (enam) krida, yaitu : 1. Krida Bina Lingkungan Sehat 2. Krida Bina Keluarga Sehat 3. Krida Penanggulangan Penyakit 4. [[Krida Bina Gizi ]] 5. Krida Bina Obat 6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK : 1. SKK Penyehatan Perumahan 2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman 3. SKK Pengamanan Pestisida 4. SKK Pengawasan Kualitas Air 5. SKK Penyehatan Air Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri atas 6 (enam) SKK : 1. SKK Kesehatan Ibu 2. SKK Kesehatan Anak 3. SKK Kesehatan Remaja 4. SKK Kesehatan Usia Lanjut 5. SKK Kesehatan Gigi dan Mulut 6. SKK Kesehatan Jiwa Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK : 1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria 2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah 3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila 4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare 5. SKK Penanggulangan Penyakit TB Paru 6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan 7. SKK Imunisasi 8. SKK Gawat Darurat 9. SKK HIV / AIDS Krida Bina Gizi, mempunyai 5 (lima) SKK : 1. SKK Perencanaan Menu 2. SKK Dapur Umum Makanan/Darurat 3. SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu 4. SKK Penyuluh Gizi 5. SKK Mengenal Keadaan Gizi Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima) SKK : 1. SKK Pemahaman Obat 2. SKK Taman Obat Keluarga 3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif 4. SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan 5. SKK Pembinaan Kosmetik Krida Bina PHBS, meliputi 5 ( lima ) SKK : 1. SKK Bina PHBS di Rumah 2. SKK Bina PHBS di Sekolah 3. SKK Bina PHBS di Tempat umum 4. SKK Bina PHBS di Instansi Pemerintah 5. SKK Bina PHBS di Tempat kerja Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah : 1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang Kesehatan 2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai : a. kesehatan lingkungan b. kesehatan keluarga c. penaggulangan berbagai penyakit d. gizi e. manfaat dan bahaya obat. 3. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugusdepan. 4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya 5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.

Saka Kencana (Keluarga Berencana)

Satuan Karya Pramuka Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan. Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Saka Kencana meliputi 4 krida, yaitu : Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR) Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK) Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE) Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).

Saka Taruna Bumi

Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian. Pembinaan Saka Taruna Bumi bekerjasama dengan Departemen Pertanian, Dinas Pertanian, LIPI, dan Lembaga Holtikultura. Saka Tarunabumi meliputi 5 krida, yaitu : Krida Pertanian dan Tanaman Pangan Krida Pertanian Tanaman Perkebunan Krida Perikanan Krida Peternakan Krida Pertanian Tanaman Holtikultura.

Saka Wanabhakti

Satuan Karya Pramuka Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Pembinaan Saka Wanabhakti bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Perhutani dan LSM Lingkungan Hidup/Lembaga Profesional terkait. Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida, yaitu : Krida Tata Wana Krida Reksa Wana Krida Bina Wana Krida Guna Wana.

Saka Wira Kartika

Satuan Karya Pramuka Wira Kartika baru berupa Satuan Karya Rintisan yang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2007. Pembentukannya berdasarkan Peraturan bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan. Pengoraganisasian Saka binaan ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain : Krida SurvivaOpsi Entril Krida Pioner Krida Mountainering Krida Navigasi Darat Krida Bintal Juang
Leer Completo...

Burung-burung langka dan dilindungi

Rabu, 30 Juni 2010

Leer Completo...

Melindungi Hutan Indonesia

Aerial view of forest in Sarawak.

Kekayaan serta keindahan Hutan Surgawi yang semakin terancam mendekati kehancuran.

Besarkan Gambar

Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.

Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal—jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.

Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan—baik secara fisik maupun spiritual.

Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga—masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.

Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya
Leer Completo...

JADWAL PIALA DUNIA 2010

Senin, 14 Juni 2010

JADWAL PIALA DUNIA 2010

Grup A:

11 Juni 2010
21:00 Afrika Selatan v Meksiko,
12 Juni 2010
01:30 Uruguay v Prancis,
17 Juni 2010
01:30 Afrika Selatan v Uruguay,
17 Juni 2010
18:30 Prancis v Meksiko,
22 Juni 2010
21:00 Meksiko v Uruguay,
21:00 Prancis v Afrika Selatan,


Grup B:
12 Juni 2010
18:30 Argentina v Nigeria,
21:00 Korea Selatan v Yunani,
17 Juni 2010
21:00 Argentina v Korea Selatan,
18 Juni 2010
01:30 Yunani v Nigeria,
23 Juni 2010
01:30 Yunani v Argentina,
01:30 Nigeria v Korea Selatan,


Grup C:
13 Juni 2010
01:30 Inggris v Amerika Serikat,
13 Juni 2010
18:30 Aljazair v Slovenia,
18 Juni 2010
21:00 Inggris v Aljazair,
19 Juni 2010
01:30 Slovenia v Amerika Serikat,
23 Juni 2010
21:00 Amerika Serikat v Aljazair,
21:00 Slovenia v Inggis


Grup D:

13 Juni 2010
21:00 Jerman v Australia,
14 Juni 2010
01:30 Serbia v Ghana,
18 Juni 2010
18:30 Jerman v Serbia,
19 Juni 2010
18:30 Ghana v Australia,
24 Juni 2010
01:30 Australia v Serbia,
01:30 Ghana v Jerman,


Grup E:
14 Juni 2010
18:30 Belanda v Denmark,
21:00 Jepang v Kamerun,
19 Juni 2010
21:00 Belanda v Jepang,
20 Juni 2010
01:30 Kamerun v Denmark,
25 Juni 2010
01:30 Denmark v Jepang,
01:30 Kamerun v Belanda,


Grup F:
15 Juni 2010
01:30 Italia v Paraguay,
15 Juni 2010
18:30 Selandia Baru v Slowakia,
20 Juni 2010
18:30 Italia v Selandia Baru,
21:00 Slowakia v Paraguay,

24 Juni 2010
21:00 Paraguay v Selandia Baru, 21:00 Slowakia v Italia,


Grup G:
15 Juni 2010
21:00 Brasil v Korea Utara,
16 Juni 2010
01:30 Pantai Gading v Portugal,
21 Juni 2010
01:30 Brasil v Pantai Gading
21 Juni 2010
18:30 Portugal v Korea Utara,
25 Juni 2010
21:00 Korea Utara v Pantai Gading,
21:00 Portugal v Brasil,


Grup H:
16 Juni 2010
18:30 Spanyol v Swiss,
21:00 Honduras v Cili,
21 Juni 2010
21:00 Spanyol v Honduras,
22 Juni 2010
01:30 Cili v Swiss,
26 Juni 2010
01:30 Swiss v Honduras,
01:30 Cili v Spanyol,


16 Besar
26 Juni 2010, 21:00
Juara Grup A v Peringkat Kedua Grup B,
27 Juni 2010, 01:30
Juara Grup C v Peringkat Kedua Grup D,
27 Juni 2010, 21:00
Juara Grup D v Peringkat Kedua Grup C,
28 Juni 2010, 01:30
Juara Grup B v Peringkat Kedua Grup A,
28 Juni 2010, 21:00
Juara Grup E v Peringkat Kedua Grup F,
29 Juni 2010, 01:30
Juara Grup G v Peringkat Kedua Grup H,
29 Juni 2010, 21:00
Juara Grup F v Peringkat Kedua Grup E,
30 Juni 2010, 01:30
Juara Grup H v Peringkat Kedua Grup G,


Perempat-Final
2 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 53 v Pemenang Partai 54,
3 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 49 v Pemenang Partai 50,
3 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 52 v Pemenang Partai 51,
4 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 55 v Pemenang Partai 56,


Semi-final
7 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 58 v Pemenang Partai 57,
8 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 59 v Pemenang Partai 60


Perebutan Juara Ketiga
11 Juli 2010, 01:30
Tim Kalah Partai 61 v Tim Kalah Partai 62,

Final
12 Juli 2010, 01:30


Pemenang Partai 61 v Pemenang Partai 62, Bulan ini hampir seluruh rakayat Indonesia menonton Sepak bola,......................FIFA WoRD CUP,tapi......................KAPAN KITA (INDONESIA) DITONTON,???????????????????????????DI Piala Dunia,....................
Leer Completo...

SATUAN KARYA PRAMUKA

Sabtu, 12 Juni 2010

PENGERTIAN SATUAN KARYA

1. Satuan Karya disingkat Saka yaitu wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang kejuruan, serta memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktifsesuai jurusan yang diinginkannya.
2. Krida adalah satuan kecil yang merupakan bagian satuan karya pramuka, sebagai wadah kegiatan keterampilan tertentu, yang merupakan bagian dari kegiatan saka.
3. Pimpinan saka adalah badan kelengkapan kwartir, yang bertugas memberi bimbingan organisatoris, dan teknis kepada saka yang bersangkutan serta memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan lainnya.
4. Pamong saka adalah anggota dewasa gerakan pramuka, yang bertanggungjawab atas pembi-naan dan pengembangan saka.
5. Instruktur saka adalah anggota gerakan pramuka atau seseorang yang bukan anggota gerakan pramuka, yang karena kemampuan dan keahliannya, menyumbangkan tenaga dan kemampuannya, untuk membantu pamong saka.
6. Dewan saka adalah badan yang dibentuk oleh anggota saka, beranggotakan pramuka penegak dan pandega, yang bertugas memimpin pelaksanaan kegiatan saka sehari-hari.
7. Musyawarah saka adalah suatu forum atau tempat pertemuan para anggota saka, guna membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan saka, yang diselenggarakan antara lain untuk memilih dewan saka.
8. Pemuda yang dimaksud dalam petunjuk penyelenggaraan ini adalah para remaja dan pemuda, putera maupun puteri, yang berusia 11 (sebelas) sampai dengan 25 (duapuluhlima) tahun.

SAKA WANABAKTI : BIDANG KEHUTANAN
SAKABHAYANGKARA : BIDANG KEPOLISIAN
SAKA TARUNA BUMI : BIDANG PERTANIAN
SAKA KENCANA : BIDANG KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA
SAKA BAKTI HUSADA : BIDANG KESEHATAN
SAKA WIRA KARTIKA : Dibawah Naungan TNI AD
KRIDA-KRIDA
Saka Wana Bakti terdiri dari 4 krida yaitu :
a. Krida Tata Wana
b. Krida Reksa Wana
c. Krida Bina Wana
d. Krida Guna Wana
Saka Bakti Husada terdiri dari 5 krida yaitu :
a. Krida Bina Lingkungan Sehat
b. Krida Bina Keluarga Sehat
c. Krida Penanggulangan Penyakit
d. Krida Bina Gizi
e. Krida Bina Guna Obat
Saka Kencana terdiri dari 4 krida yaitu :
a. Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR).
b. Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK).
c. Krida Bina Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE).
d. Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).
Saka Bhayangkara terdiri dari 4 krida yaitu :
a. Krida Pengamanan Lingkungan
b. Krida Pengamanan Lalu Lintas
c. Krida TPTK (Tindakan Pertama di Tempat Kejadian)
d. SAR (Search And Rescue)
e. Krida Pemadam Kebakaran
Saka Taruna Bumi terdiri dari 4 krida yaitu :
1. Tanaman Pangan dan Hortikultura
2. Peternakan
3. Perakebunan
4. Perikanan

Tujuan
Tujuan pembentukan saka adalah untuk memberi wadah pendidikan bagi para pramuka pandega dan pemuda untuk :
a. Mengembangkan bakat, minat, penegtahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kejuruan tertentu.
b. Meningkatkan motivasi melaksanakan kegiatan nyata dan produktif.
c. Memberi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya.
d. Memberi bekal bagi pengabdiannya pada masyarakat, bangsa dan negara guna menunjang pembangunan nasional. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan tarf kehidupan serta dinamika gerakan pramuka, serta peranannya dalam pembangunan nasional.

Sasaran
Sasaran pembentukan saka bagi pramuka penggalang dan pramuka penegak serta pramuka pandega adalah agar selama dan setelah mengalami pendidikan dalam saka, mereka :
a. memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan yang dapat mendukung kehidupan dan penghidupannya atau pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.
b. meningkatkan kemantapan mental dan fisiknya
c. memiliki rasa tanggungjawab atas dirinya, masyarakat, bangsa dan negara serta tanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
d. memiliki sikap dan cara berfikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan dalam hidupnya.
e. dapat melaksanakan kepemimpinan yang bertanggungjawab, berdayaguna dan tepatguna.
f. dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan yang positif, berdayaguna dan tepatguna sesuai dengan minat dan bakatnya.
g. menjalankan secara nyata trisatya dan dasa darma.

Sifat
a. Saka bersifat terbuka bagi pemuda dan pramuka penggalang, penegak, dan pandega, baik putera maupun puteri.
b. Saka bersifat pendidikan luar sekolah sesuai dengan minat, kegemaran dan bakat para pemuda, termasuk pramuka penggalang, terutama pramuka penegak dan pandega.
Fungsi
a. Wadah pengenalan awal, pembinaan dan pengembangan pengetahuan dan keterampilan di bidang kejuruan tertentu.
b. Sarana untuk pelaksanaan kegiatan nyata dan produktif, serta bakti kepada masyarakat.
c. Pelengkap pendidikan kepramukaan di gugusdepan.
d. Alat untuk mencapai tujuan gerakan pramuka.

Kewajiban
-Seorang anggota saka berkewajiban untuk :
-Menaati dan menjalankan trisatya dan dasa darma serta peraturan-peraturan saka.
-Menaati anggaran dasar dan anggaran rumah tangga gerakan pramuka.
-Menjaga nama baik gerakan pramuka
-Mengikuti dengan rajin dan tekun latihan dan kegiatan yang diadakan oleh sakanya dan kegiatan gerakan pramuka lainnya.
-Membina, mengembangkan dan menerapkan kecakapan dan keterampilan nya dalam kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan lingkungannya.
-Berusaha menjadi teladan atau panutan bagi rekan-rekannya, keluarganya dan masyarakat. perundang-undangan yang berlaku serta adat istiadat masyarakat
-Menjalankan tugas sebagai instruktur muda dalam gugusdepan atau gugusdepan lain atas permintaan dan persetujuan Pembina gugusdepan yang bersangkutan.

Leer Completo...

TEHNIK MENAKSIR

A. TEHNIK MENAKSIR TINGGI
Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :
1. Metode Setigiga
ImageKeterangan :
X = Tinggi yang ditaksir
C = Tinggi tongkat
A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur
B = Jarak tongkat dan pengamat
Rumus perhitungan
X = C (A+B)
B

Image Dapat pula dilakukan dengan metode segitiga berikut :
Rumus :
X = A
Keterangan :
X = Tinggi yang ditaksir
A = Jarak dengan pengamat



2. Metode bayangan
Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.
Keterangan :
A = Tinggi tongkat
B = Tinggi yang ditaksir
A’= Bayangan tongkat
B’= Bayangan tinggi yang ditaksir
Rumus :
B = D x A
A

B. TEHNIS MENAKSIR BERAT
Untuk mengetahui berat diperlukan salah satu barang yang telah kita ketahui beratnya misalkan botol berisi air. Gambar penaksiran beratnya sebagai berikut :
Image
dimana :
X = berat yang ditaksir
Y = berat yang diketahui
Rumus :
X = Y x

MENAKSIR LEBAR

Menaksir Lebar
Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :

1. Melempar Tali

Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.

2. Cara Segitiga

Cara ini digambarkan sebagai berikut :

Image

Rumus :

Jika A = B maka

C = D

dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang D

atau cara segitiga berikut :

Image


sukses untuk kita,......................

PRAMUKA Indonesia

di Pon.Pes AL_ISLAM JORESAN



Leer Completo...

Lambang Gerakan Pramuka





Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka. Pencipta Lambang Gerakan Pramuka Bapak Soenardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai tinggi Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972,tertanggal 31 januari 1972.

Bentuk dan Arti Kiasan dari Lambang Gerakan Pramuka

Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :

1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Penggunaan Lambang Gerakan Pramuka

Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.

Gambar lambang gerakan pramuka :


Banner
Leer Completo...